Laptop Terbaik Untuk Bermain Game dari Acer Predator



Tahun ini, di 2019 Consumer Electronics Show (CES), sejumlah besar perusahaan komputer memberitahukan jajaran baru laptop gaming mereka yg tebal, berotot. Tahun lalu baik Nvidia serta AMD memberitahukan kartu grafis baru serta teknologi CPU (masing-masing) serta hanya masuk logika bagi keduanya untuk timbul di armada laptop baru di CES. Kejutan? Beberapa mesin ini aneh. Dengan tutorial yg baik!

Untuk satu, ada Acer Predator Triton 900, dengan tampilan convertible yg tak biasa yg diejek sebelumnya pada tahun 2018 namun tiba dengan sungguh-sungguh (dengan lembar spesifikasi serta label harga dengan tinggi langit) di CES 2019. Menggunakan layar yg berputar leluasa antara dua attachment horizontal poin bukan engsel tradisional, bisa diposisikan dalam beberapa tutorial baru. Kalian bisa merubah aspek layar tanpa membalikkan layar itu dari wajah Anda, misalnya, alias melipatnya menjadi sesuatu semacam tablet tebal.

Ada juga ROG Mothership dari Asus, yg mengambil bentuk layar yg besar, seberat sepuluh pound dengan kickstand maka bisa berdiri tegak — berpotensi di belakang keyboard gaming apa pun yg mungkin telah Kalian miliki serta sukai alih-alih keyboard yg disertakan.

Tak satu pun dari tampilan ini sangat baru. Kenyataannya, tren ini merupakan kemunduran kepada gelombang laptop "convertible" yg didesain untuk memamerkan fungsionalitas layar sentuh Window 8 beberapa tahun yg lalu. Triton 900 tak lebih lebih merupakan vulkanisir ulang Dell XPS 12, sedangkan Mothership pada dasarnya merupakan versi permainan dari Microsoft Surface Pro (yang besar, tebal, generasi pertama).

Tak satu pun dari tampilan hyped ini yg sempat menggantikan laptop jujur-kepada-dewa, sempurna saja. Tapi itu luar biasa untuk menonton mereka timbul lagi di PC gaming sebab beberapa alasan.

Pertama-tama, laptop gaming mempunyai tradisi terkesan konyol sebab semua keluar untuk campuran argumen baik serta buruk. Untuk tingkat tertentu, laptop gaming chunky serta angular sebab mereka harus. Tidak semacam iPhone alias ultrabook yg lebih ramping, laptop gaming mempunyai nyali besar yg menjadi panas serta butuh didinginkan dengan udara, maka mereka wajib tebal serta mereka butuh mempunyai ventilasi udara yg tampak macho besar. Mungkin itulah yg menyebabkan para desainer bersandar pada tampilan, menjadi lebih baik serta lebih buruk. Garis-garis aneh, logo mencolok, pencahayaan neon — Kalian tahu hal-hal itu.

Estetika yg tak dipoles membikin laptop gaming tepat untuk beberapa tampilan yg bisa dikonversi. Ya, ada laptop gaming yg condong ke arah tampilan yg lebih profesional, semacam Razer's Blade, yg juga mendapat pembaruan di CES tahun ini, namun itu tak akan sempat memberi Kalian tipe tenaga kuda yg sama untuk uang Kalian sebab kompromi yg melekat pada tampilan mereka. Jika Kalian tak akan sempat mencungkil seekor binatang buas hitam-dan-neon sepuluh pound pada pertemuan bisnis, lalu mengapa menahan sejumlah keanehan?

Lebih penting lagi, keuntungan dari tampilan konvertibel ini bisa jauh lebih luar biasa di rig gaming daripada di pengganti laptop biasa. Komputer dengan sandaran kaki alias yg ingin membungkuk ke belakang merupakan kewajiban apabila Kalian mencoba menggunakannya di pangkuan Kalian di kereta.

Tetapi laptop gaming umumnya tak dipakai sebagai laptop. Baterai berdaya tinggi mereka membuang waktu serta Kalian tak sangatlah butuh bermain game PC di kereta bawah tanah. Sebagai gantinya, PC gaming lebih semacam desktop yg bisa Kalian muat di tas ransel dalam kondisi darurat, binatang buas yg Kalian bahagia bisa mengangkut dari kamar ke kamar di rumah Anda, alias dari kantor ke apartemen. Dalam skenario ini, kekuatan super konvertibelnya lebih berguna serta tak terlalu mengganggu. Re-angling layar Triton untuk menghindari silau alias bisa memakai Mothership dengan mudah dengan keyboard yg telah ada di meja Kalian merupakan bonus yg lumayan signifikan tidak hanya portabilitasnya.

Laptop gaming, serta khususnya ini, mengisi ceruk yg sangat spesifik serta mahal. Triton 900 dimulai dari $ 4.000, serta harga Mothership merupakan TBA namun sempurna tak akan murah. Faktanya masih bahwa desktop gaming akan rutin lebih manjur dari sisi anggaran daripada laptop kembarnya (terutama apabila Kalian membikin desktop sendiri) serta gadget ini hanya akan membikin premium untuk mobilitas lebih tinggi, bukan lebih rendah. Tetapi apabila Kalian terbukti memperlukan mobilitas itu — serta sanggup membelinya — desain-desain aneh ini sebetulnya menarik.

Tentu saja dengan harga dengan tinggi mereka, mungkin tunggu beberapa ulasan sebelum Kalian membelinya.

Klik Untuk Komentar